Mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia, yang telah menjadi fenomena dan terjadi di setiap kali Lebaran tiba. 

Mudik jadi salah satu perjalanan jauh yang biasanya akan ditempuh orang-orang menjelang Lebaran, menuju kampung halaman.

Biasanya, mudik digunakan oleh orang orang, untuk pulang dari kota kota menuju kampung kelahiran, dan bertemu dengan orang tua dan sanak keluarga. 

Tentu, dalam islam hal ini menjadi sesuatu yang baik, karena bagian dari menyambung tali silaturahmi, 

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ

“Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)

Doa sebelum bepergian, terutama saat hendak melakukan perjalanan jauh seperti mudik memang harus dilakukan. Saat berdoa ini menunjukkan bahwa Anda meminta pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT selama di perjalanan.

Bagi Anda yang hendak mudik dan melakukan perjalanan jauh, bisa juga memanjatkan doa. Berikut doa yang bisa kamu bacakan saat mudik

Doa saat naik kendaraan hendak melakukan perjalanan jauh

اللهُأَكْبَرُاللَّهُأَكْبَرُاللَّهُأَكْبَرُسُبْحَانَالَّذِيسَخَّرَلَنَاهَذَاوَمَاكُنَّالهُمُقْرِنِينَوَإِنَّاإِلَىرَبَّنَالَمُنْقَلِبُونَ

اللَّهُمَّإِنَّانَسْأَلُكَفِيسَفَرِنَاهَذَاالْبِرَّوَالتَّقْوَىوَمِنَالْعَمَلِمَاتَرْضَىاللَّهُمَّهَوَنْعَلَيْنَاسَفَرَنَاهَذَاوَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ.

اللَّهُمَّأَنْتَالصَّاحِبُفِيالسَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِيالْأَهْلِاللَّهُمَّإِنِّيأَعُوْذُبِكَمِنْوَعْثَاءِالسَّفَرِوَكَابَةِالْمَنْظَرِوَسُوْءِالْمُنْقَلَبِفِيالْمَالِوَالْأَهْلِ

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, subhaanal-ladzii sakhkhara lanaa hadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin. Wa innaa ilaa Rabbinaa lamun-qalibuun.

Allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal-birra wat-taqwaa, wa minal-‘amali maa tardhaa. Allaahumma hawwin ‘alaynaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu.

Allaahumma antash-shaahibu fis-safari, wal-khaliifatu fil-ahli, Allaahumma innii a’uudzubika min wa’tsaa-is-safari, wa kaabatil-man-zhari, wa suu-‘il-munqalabi fil-maali wal-ahli. (HR Muslim).

Baca doa safar

Muslim yang ingin melakukan perjalanan, saat keluar dari rumahnya disunnahkan membaca doa safar berikut ini.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أَظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Arab-latin: Allâhumma innî a’ûdzu bi-ka an adhilla au udhalla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhila au yujhala ‘alaiyya.

Artinya: Ya Allah, sungguh hamba memohon perlindungan kepada-Mu dari diri yang sesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, dan bodoh atau dibodohi.

Ibnu Abbas ra. berkata, ketika hendak keluar untuk melakukan suatu perjalanan, Rasulullah Saw membaca doa berikut ini.

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الظُّبْنَةِ فِي السَّفَرِ وَالْكَابَةِ فِي الْمُنْقَلَبِ، اللَّهُمَّ اطْوِ لَنَا الْأَرْضَ وَهَوِّنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ.

Arab-latin: Allâhumma anta ash-shahibu fi as-safari, wal-khalifatu fil-ahli. Allâhumma innî a’ûdzu bi-ka min adh-dhubnati fi as-safari wal- ka’abati fil-munqalabi. Allâhumma ithwi la-nâ al-ardha wa hawwin ‘alainâ as-safar.

Artinya: Ya Allah, Engkau Teman dalam perjalanan dan Pengganti dalam (menjaga) keluarga. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari teman-teman yang buruk dalam perjalanan dan kesedihan setelah kembali. Ya Allah, dekatkanlah bumi bagi kami dan mudahkanlah perjalanan kami.

Semoga kita diberikan kesehatan dan kelealamatan sampai kampung Halaman, selamat berpuasa dan selamat hari raya Idul Fitri 1445 H